Saturday, 12 February 2011

Kelas lama >>>>>>>> Kelas baru

Oiy oiy!
Sebelum membaca post ini, buat yang jomblo, sebaiknya anda sugesti diri anda sendiri dulu. "Ini bukan malem minggu, ini sabtu malam. Ini bukan malem minggu, ini sabtu malam....." berulang-ulang sampai anda jomblo-ngenes-yang-saya-hormati *halah* lega. Begitu kata Mas Poconggg. 
 (Kebetulan aku bikin post ini pas malem minggu...eh, sabtu malam ding).

Pas liat judul post ini, bagaimana anda membaca simbol > yang berderet seperti panah gitu? Yah, terserah bagaimana anda membacanya. Tapi yang saya maksud disini, simbol > berarti lebih dari. Karena banyak, jadi bacanya 'lebih lebih lebih lebih lebih lebih lebih lebih lebih lebih lebih lebih lebih dari'. Nah, sekarang apa yang dimaksud dengan 'kelas lama lebih lebih lebih lebih lebih lebih lebih lebih lebih lebih lebih lebih dari kelas baru'?

Thursday, 3 February 2011

Fuurinkazan



Fuurinkazan (風林火山), literally "Wind, Forest, Fire and Mountain", was the battle standard used by the Sengoku period daimyo Takeda Shingen, quoting Sun Tzu's The Art of War
"Move as swift as a wind, stay as silent as forest, attack as fierce as fire, undefeatable defense like a mountain."

Let your rapidity be that of the wind, your compactness that of the forest. In raiding and plundering be like fire, be immovable like a mountain.